Coffee Talk

Another Sumatran coffee tasting at Caffe Vita

10 December 2009
Indonesian coffee exporters A. Syafrudin and Asnawi Saleh

Indonesian coffee exporters A. Syafrudin and Asnawi Saleh

The bad news is that I screwed up when I told you Caffe Vita’s cupping of Sumatran coffee was on Wednesday at 10 a.m. I was looking at the wrong month’s calendar.

The good news is that Caffe Vita did, in fact, have a tasting of Sumatran coffee — including civet coffee or Kopi Luwak — at that time. They always have tastings at 10 a.m. on Wednesdays.

The even better news is that there’s another Sumatran cupping tomorrow (Friday) at 10 a.m. It’s free and open to the public.

The grower who was expected to attend didn’t make it to Seattle, but two guys who are responsible for bringing a lot of Sumatran coffee to the U.S. will be there. They are exporters A. Syafrudin of PT. Sabani Internasional in Jakarta and Asnawi Saleh from the parent company, PT. Indokom Citra Persada in Surabaya, East Java.

Caffe Vita has held several tastings of Sumatran coffee since its roaster and green coffee buyer, Mason Sager, and Michael Hebb of One Pot visited that Indonesian island last month.

They share moving stories about the area and the growers they met, along with divine Sumatran coffee they tasted and bought.

Sager explained that the Kopi Luwak — coffee that’s eaten by wild cats called civets, then retrieved from their droppings before being processed and roasted — contains particularly good coffee, because the civet “has an uncanny ability to seek out and eat the ripest coffee beans it can find.”

With a completely straight face, Hebb said, “It’s really, really pure in its flavors. It’s incredibly well washed.”

Sorry about the screw-up, and hope to see you at 10 a.m. Friday (tomorrow) at the Caffe Vita on Capitol Hill, 1005 E Pike St.

Original post : http://blog.seattletimes.nwsource.com/coffee/2009/04/23/another_civet_coffee_tasting_a.html

Kopi Aceh Rambah Pasar Seattle

10 December 2009

SEATTLE – Kopi Aceh menjadi primadona di Cafe Vita di Negara Bagian Seattle, Amerika Serikat. Cita rasa kopi ini mengalahkan kopi “ek musang” alias kopi luwak yang berasal dari Pulau Jawa.

Melissa Allison, dalam blognya di Seattle Times menulis, pada Rabu (22/4) dan Jumat (24/4) Cafe Vita menyediakan kopi gratis bagi pengunjung cafe itu. Ada empat cita rasa kopi yang disuguhkan. Tiga di antaranya merupakan kopi yang berasal dari kebun di Aceh, daerah yang hancur dihumbalang tsunami Desember 2004 silam.

“Tiga kopi Sumatera (Aceh) itu, menurut saya, sangat sempurna –punya cita rasa yang pas, dan rendah keasamannya,” ujar Mellisa Allison, yang mengaku masih belajar memahami istilah kopi dengan bantuan seorang ahli di Cafe Vita, Mason Sager.

Tak hanya mencoba kopi asal Aceh, Allison juga mencicipi Kopi Luwak dari Pulau Jawa. Kopi Luwak di Aceh dikenal dengan kupi ek musang, yang terbuat dari biji kopi yang sudah pernah dimakan musang. Ini merupakan biji kopi pilihan, sehingga cita rasanya tak diragukan.

“Kami juga mencoba kopi dari Jawa, dan cita rasanya tidak terlalu spektakuler –dibandingkan kopi Aceh,” tulis Allison dalam blognya.

Caffe Vita pada Rabu dan Jumat memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi empat macam rasa kopi, secara gratis. Caffe Vita lagi giat-giatnya memperkenalkan jenis kopi yang disediakan di cafe tersebut. Bulan lalu, dua orang dari Caffe Vita, Mason Sager dan Michael Hebb, mengunjungi Indonesia.

Mereka berbagi cerita tempat yang mereka kunjungi, termasuk saat mereka berkenalan dengan kopi asal Sumatera. Mereka kemudian memasok kopi asal Indonesia ke Caffe Vita melalui PT Sabani Internasional di Jakarta, dan PT Indokom Citra Persada di Surabaya, Jawa Timur. [seattletimes.com]

Original Post : http://www.acehkita.com/berita/kopi-aceh-andalan-di-cafe-vita/

FENOMENA KOPI ACEH

10 December 2009

Aroma kopi Aceh sudah sejak lama terkenal di Indonesia, mungkin pula di dunia. Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di negeri kepulauan ini. Tanah Aceh menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Dan Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia. Bicara kopi Aceh pasca tsunami, tak bisa lepas dari berdatangannya komunitas internasional di bumi Serambi Mekkah ini. Mayoritas mereka juga menyukai kopi Aceh. Tak kurang dari seorang Bill Clinton, yang mantan Presiden Amerika Serikat itu pun, mengagumi kopi Aceh. Utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk korban tsunami itu, siap mempromosikan kopi Aceh, ke seluruh dunia melalui sebuah industri kopi di negerinya, Starbucks Coffee. Melalui dirinya, Starbucks Coffee telah menyatakan siap membeli kopi produksi Nanggroe Aceh Darussalam itu. Menurut Clinton, Starbucks Coffee telah menyetujui untuk mengambil kopi dari Aceh. Industri kopi itu tidak hanya membeli tapi juga mencantumkan dimana kopi itu berasal, yaitu tentu dengan label kopi Aceh.

(more…)