<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SABANI.COM</title>
	<atom:link href="http://blog.sabani.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sabani.com</link>
	<description>The Indonesian Coffee Trading Company</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 04:46:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Kopi dan Kesehatan</title>
		<link>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-dan-kesehatan/</link>
		<comments>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-dan-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabani.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Terlepas dari benar atau salah, kopi memang menjadi minuman dan teman setia baik dikala sendiri maupun bersama. Bahkan almarhum Mbah Surip yang sempat tenar lewat lagu “tak gendong  dan bangun tidur” ini pernah bertutur bahwa dirinya orang yang paling hoby dalam meminum kopi. sehari ia menghabiskan kurang lebih hingga 21 kali. Sebenarnya seperti apakah kopi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_38" class="wp-caption alignright" style="width: 248px"><img class="size-full wp-image-38" src="http://blog.sabani.com/wp-content/uploads/2009/12/63212_kopi-wince.jpg" alt="Cangkir dan biji kopi" hspace="10" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Cangkir dan biji kopi</p></div>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #715d5a">Terlepas dari benar atau salah, kopi memang menjadi minuman dan teman setia baik dikala sendiri maupun bersama. Bahkan almarhum Mbah Surip yang sempat tenar lewat lagu<em> “tak gendong  dan bangun tidur” </em>ini pernah bertutur bahwa dirinya orang yang paling hoby dalam meminum kopi. sehari ia menghabiskan kurang lebih hingga 21 kali. Sebenarnya seperti apakah kopi sendiri pengaruhnya terutama untuk kesehatan tubuh kita….???</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #715d5a">Meskipun kopi pertama kali dikenal oleh manusia sebagai tanaman obat, dunia kedokteran modern sudah lama mencurigai kopi sebagai penyebab/pemicu berbagai penyakit. Mengapa kopi, bukan makanan/minuman lainnya? Mungkin karena kopi sama sekali tidak mempunyai kandungan nutrisi, tapi dapat membuat manusia merasa lebih baik tanpa sebab2 yang jelas.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #715d5a"><span id="more-37"></span>Namun para pecinta kopi di dunia dapat bernafas sedikit lebih lega karena setelah lebih dari 20 tahun penelitian yang intensif, sampai sekarang belum bisa dibuktikan bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah yang wajar berhubungan dengan penyakit apapun atau gangguan kehamilan. Namun untuk amannya bila anda sedang hamil atau memiliki masalah kesehatan tertentu, ada baiknya anda mengkonsultasikan kebiasaan minum kopi anda kepada dokter. Ini juga dianjurkan kepada mereka yang memiliki tingkat kolesterol tinggi, penyakit jantung, gejala kanker payudara, atau gangguan pencernaan. Sekali lagi, sampai saat ini tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan penyakit2 tersebut, tapi tidak ada salahnya kalau kita lebih waspada.<br />
Kandungan Kafein dalam Makanan/Minuman</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">* Satu cangkir kopi rata2 mengandung 100-150 miligram kafein.<br />
* Satu demitasse (cangkir mini untuk espresso) single-espresso rata2 mengandung 80-120 miligram kafein.<br />
* Satu cangkir teh rata2 mengandung 40 miligram kafein.<br />
* Satu batang coklat ukuran sedang rata2 mengandung 20-60 miligram kafein.<br />
* Satu botol minuman kola berukuran 340ml mengandung 40-60 miligram kafein, atau kira2 separuh kandungan kafein dalam secangkir kopi/espresso.</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Efek Jangka Pendek</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Dalam “The Pharmacological Basis of Therapeutics” oleh Dr. J. Murdoch Ritchie disebutkan bahwa:<br />
a/ Efek positif dari kafein antara lain: menambah kecepatan berpikir dan inspirasi, menyembuhkan rasa ngantuk dan kelelahan, peningkatan sensor stimuli dan reaksi motorik; misalnya seorang yang mengetik akan dapat bekerja lebih cepat dan dengan tingkat kesalahan lebih kecil.<br />
Secara kedokteran, menurut Dr. Ritchie, kafein yang terkandung dalam 1 sampai 2 cangkir kopi dapat menambah detak jantung, melebarkan pembuluh darah, mendorong aliran sampah2 cair maupun padat dari dalam tubuh, sehingga badan kita terasa lebih “segar”.<br />
b/ Efek negatif kafein bila diserap oleh tubuh secara berlebihan antara lain: kecemasan kronis, gelisah, lekas marah, insomnia, otot berkedut, dan diare. Kafein dalam jumlah yang lebih besar (yang dikandung oleh -misal- 10 cangkir kopi yang diminum berturut2) akan bersifat racun bagi tubuh. Efek yang ditimbulkan antara lain: muntah, demam, dan kebingungan secara mental. Kafein dalam jumlah yang sangat besar bahkan dapat menjadi zat yang mematikan. Dosis mematikan bagi manusia adalah sekitar 10 gram, atau kira2 100 cangkir kopi yang diminum berturut2. Jadi jangan coba2 bunuh diri dengan cara ini, karena kemungkinan besar di cangkir ke 75 perut anda sudah kembung dan tidak kuat minum lagi.<br />
Efek Jangka Panjang</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Para peneliti sejak lebih dari 20 tahun lalu sudah berusaha menghubungkan kopi atau kafein yang terkandung di dalamnya dengan berbagai macam penyakit, tapi sampai sekarang tidak mendapatkan bukti yang meyakinkan. Tahun 70-an di Amerika Serikat pernah dipublikasikan bahwa meminum 12-24 gelas kopi sehari dapat menyebabkan gangguan kehamilan.. pada tikus <img src='http://blog.sabani.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Tubuh manusia mungkin mempunyai metabolisme yang berbeda untuk mengolah kafein kan? Yang perlu diperhatikan, meski anda sedang hamil atau tidak, adalah konsumsi yang wajar.<br />
Jumlah Konsumsi yang Wajar</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Jadi dalam jumlah yang wajar kafein dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan, tapi akan berubah menjadi racun bila dikonsumsi secara berlebihan. Jumlah yang tepat berbeda untuk tiap orang. Yang bisa dijadikan pedoman adalah bahwa sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyebutkan efek2 negatif kafein terjadi bila dikonsumsi dengan dosis di bawah 300 miligram sehari. Bila 1 demitasse single-espresso mengandung sekitar 100 miligram kafein, berarti kita bisa minum sampai dengan 3 cangkir espresso sehari dengan aman tanpa terpengaruh efek negatif dari kafein; dengan asumsi anda tidak minum terlalu banyak minuman kola, makan coklat, atau minum obat sakit kepala di hari yang sama.<br />
Namun seperti saya sebutkan di atas, efek kafein pada tiap orang berbeda2. Ada orang yang biasa minum sampai 5 cangkir espresso dalam sehari dan tidak merasakan efek negatifnya.<br />
Manfaat Kopi Bagi Kesehatan</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Telah lama orang curiga akan efek negatif dari kopi, sehingga sedikit mengejutkan bahwa penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengkonsumsi 2-4 cangkir kopi setiap hari mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya:</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">* mengurangi resiko kanker usus besar sampai 25% (dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi),<br />
* mengurangi resiko batu empedu sampai 45%,<br />
* mengurangi resiko sirosis hati sampai 80%,<br />
* mengurangi resiko penyakit Parkinson 50-80%,<br />
* mengurangi frekuensi serangan asma sampai 25%, dan<br />
* menurut pengamatan banyak perawat selama beberapa tahun, mengurangi tingkat bunuh diri.</span></p>
<p><span style="color: #715d5a">Tapi bila saya seorang perawat yang ditugaskan untuk mengamati kecenderungan bunuh diri pasien selama beberapa tahun, kecenderungan saya untuk bunuh diri memang akan lebih besar bila saya tidak diperbolehkan minum kopi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-dan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Another Sumatran coffee tasting at Caffe Vita</title>
		<link>http://blog.sabani.com/2009/12/10/another-sumatran-coffee-tasting-at-caffe-vita/</link>
		<comments>http://blog.sabani.com/2009/12/10/another-sumatran-coffee-tasting-at-caffe-vita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Caffe Vita]]></category>
		<category><![CDATA[PT Indokom Citra Persada]]></category>
		<category><![CDATA[PT Sabani Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Roaster]]></category>
		<category><![CDATA[Saimi Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatran Coffee]]></category>
		<category><![CDATA[Syafrudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabani.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[The bad news is that I screwed up when I told you Caffe Vita&#8217;s cupping of Sumatran coffee was on Wednesday at 10 a.m. I was looking at the wrong month&#8217;s calendar. The good news is that Caffe Vita did, in fact, have a tasting of Sumatran coffee &#8212; including civet coffee or Kopi Luwak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_30" class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><img class="size-medium wp-image-30" src="http://blog.sabani.com/wp-content/uploads/2009/12/2009110502-300x225.jpg" alt="Indonesian coffee exporters A. Syafrudin and Asnawi Saleh" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Indonesian coffee exporters A. Syafrudin and Asnawi Saleh</p></div>
<p>The bad news is that I screwed up when I told you Caffe Vita&#8217;s cupping of Sumatran coffee was on Wednesday at 10 a.m. I was looking at the wrong month&#8217;s calendar.</p>
<p>The good news is that Caffe Vita did, in fact, have a tasting of Sumatran coffee &#8212; including civet coffee or Kopi Luwak &#8212; at that time. They always have tastings at 10 a.m. on Wednesdays.</p>
<p>The even better news is that <strong>there&#8217;s another Sumatran cupping tomorrow (Friday) at 10 a.m. </strong> It&#8217;s free and open to the public.</p>
<p>The grower who was expected to attend didn&#8217;t make it to Seattle, but two guys who are responsible for bringing a lot of Sumatran coffee to the U.S. will be there. They are exporters A. Syafrudin of PT. Sabani Internasional in Jakarta and Asnawi Saleh from the parent company, PT. Indokom Citra Persada in Surabaya, East Java.</p>
<p>Caffe Vita has held several tastings of Sumatran coffee since its roaster and green coffee buyer, Mason Sager, and Michael Hebb of <a href="http://www.onepot.org" target="_blank">One Pot</a> visited that Indonesian island last month.</p>
<p>They share moving stories about the area and the growers they met, along with divine Sumatran coffee they tasted and bought.</p>
<p>Sager explained that the Kopi Luwak &#8212; coffee that&#8217;s eaten by wild cats called civets, then retrieved from their droppings before being processed and roasted &#8212; contains particularly good coffee, because the civet &#8220;has an uncanny ability to seek out and eat the ripest coffee beans it can find.&#8221;</p>
<p>With a completely straight face, Hebb said, &#8220;It&#8217;s really, really pure in its flavors. It&#8217;s incredibly well washed.&#8221;</p>
<p>Sorry about the screw-up, and hope to see you at <strong>10 a.m. Friday (tomorrow) at the Caffe Vita on Capitol Hill, 1005 E Pike St.</strong></p>
<p>Original post : http://blog.seattletimes.nwsource.com/coffee/2009/04/23/another_civet_coffee_tasting_a.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabani.com/2009/12/10/another-sumatran-coffee-tasting-at-caffe-vita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Aceh Rambah Pasar Seattle</title>
		<link>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-aceh-rambah-pasar-seattle/</link>
		<comments>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-aceh-rambah-pasar-seattle/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Talk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabani.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[SEATTLE – Kopi Aceh menjadi primadona di Cafe Vita di Negara Bagian Seattle, Amerika Serikat. Cita rasa kopi ini mengalahkan kopi “ek musang” alias kopi luwak yang berasal dari Pulau Jawa. Melissa Allison, dalam blognya di Seattle Times menulis, pada Rabu (22/4) dan Jumat (24/4) Cafe Vita menyediakan kopi gratis bagi pengunjung cafe itu. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>SEATTLE – Kopi Aceh menjadi primadona di Cafe Vita di Negara Bagian Seattle, Amerika Serikat. Cita rasa kopi ini mengalahkan kopi “ek musang” alias kopi luwak yang berasal dari Pulau Jawa.</p>
<p>Melissa Allison, dalam blognya di Seattle Times menulis, pada Rabu (22/4) dan Jumat (24/4) Cafe Vita menyediakan kopi gratis bagi pengunjung cafe itu. Ada empat cita rasa kopi yang disuguhkan. Tiga di antaranya merupakan kopi yang berasal dari kebun di Aceh, daerah yang hancur dihumbalang tsunami Desember 2004 silam.</p>
<p>“Tiga kopi Sumatera (Aceh) itu, menurut saya, sangat sempurna –punya cita rasa yang pas, dan rendah keasamannya,” ujar Mellisa Allison, yang mengaku masih belajar memahami istilah kopi dengan bantuan seorang ahli di Cafe Vita, Mason Sager.</p>
<p>Tak hanya mencoba kopi asal Aceh, Allison juga mencicipi Kopi Luwak dari Pulau Jawa. Kopi Luwak di Aceh dikenal dengan kupi ek musang, yang terbuat dari biji kopi yang sudah pernah dimakan musang. Ini merupakan biji kopi pilihan, sehingga cita rasanya tak diragukan.</p>
<p>“Kami juga mencoba kopi dari Jawa, dan cita rasanya tidak terlalu spektakuler –dibandingkan kopi Aceh,” tulis Allison dalam blognya.</p>
<p>Caffe Vita pada Rabu dan Jumat memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi empat macam rasa kopi, secara gratis. Caffe Vita lagi giat-giatnya memperkenalkan jenis kopi yang disediakan di cafe tersebut. Bulan lalu, dua orang dari Caffe Vita, Mason Sager dan Michael Hebb, mengunjungi Indonesia.</p>
<p>Mereka berbagi cerita tempat yang mereka kunjungi, termasuk saat mereka berkenalan dengan kopi asal Sumatera. Mereka kemudian memasok kopi asal Indonesia ke Caffe Vita melalui <strong>PT Sabani Internasional</strong> di Jakarta, dan <strong>PT Indokom Citra Persada</strong> di Surabaya, Jawa Timur. [seattletimes.com]</p>
<p>Original Post : http://www.acehkita.com/berita/kopi-aceh-andalan-di-cafe-vita/</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabani.com/2009/12/10/kopi-aceh-rambah-pasar-seattle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FENOMENA KOPI ACEH</title>
		<link>http://blog.sabani.com/2009/12/10/fenomena-kopi-aceh/</link>
		<comments>http://blog.sabani.com/2009/12/10/fenomena-kopi-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Talk]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[arabica]]></category>
		<category><![CDATA[coffee]]></category>
		<category><![CDATA[gayo]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[takengon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabani.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Aroma kopi Aceh sudah sejak lama terkenal di Indonesia, mungkin pula di dunia. Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di negeri kepulauan ini. Tanah Aceh menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Dan Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia. Bicara kopi Aceh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aroma kopi Aceh sudah sejak lama terkenal di Indonesia, mungkin pula di dunia. Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di negeri kepulauan ini. Tanah Aceh menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Dan Indonesia merupakan pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia. Bicara kopi Aceh pasca tsunami, tak bisa lepas dari berdatangannya komunitas internasional di bumi Serambi Mekkah ini. Mayoritas mereka juga menyukai kopi Aceh. Tak kurang dari seorang Bill Clinton, yang mantan Presiden Amerika Serikat itu pun, mengagumi kopi Aceh. Utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk korban tsunami itu, siap mempromosikan kopi Aceh, ke seluruh dunia  melalui sebuah industri kopi di negerinya, <em>Starbucks Coffee. </em>Melalui dirinya, <em>Starbucks Coffee </em> telah menyatakan siap membeli kopi produksi Nanggroe Aceh Darussalam itu. Menurut Clinton, <em>Starbucks Coffee </em>telah menyetujui untuk mengambil kopi dari Aceh. Industri kopi itu tidak hanya membeli tapi juga mencantumkan dimana kopi itu berasal, yaitu tentu dengan label kopi Aceh.</p>
<p><span id="more-20"></span>Pada dasarnya kopi Aceh sama dengan kopi-kopi lainnya. Namun, karena ada beberapa bubuk kopi yang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti jagung dan beras, ini bisa membuat cita rasa asli dari kopi hilang. Nawawi, pemilik kedai kopi Jasa Ayah atau lebih dikenal dengan Solong Ulee Kareeng, Aceh Besar tetap menjaga keaslian kopinya.  Itu sebabnya, tutur Nawawi, orang-orang yang datang ke kedainya merasa puas meminum kopi racikannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Nawawi : “ </strong><em>Karena kopi kita gak campur pakai jagung, kopinya wangi harum, jadi gurih kopinya, jadi orang ketagihan, sekali merasakan itu punya keenakan dilidahnya gak ada rasa jagung rasa kopinya lebih kental begitu sehingga tagih”.</em><strong> </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Kenikmatan meminum kopi juga tergantung biji dan bubuk kopinya. Nawawi mengatakan biji kopi di kedainya berasal dari Lamno, Aceh Jaya. Kadang persediaan kopinya tidak cukup, karena pengunjung dan pembeli kopi begitu ramai. Oleh karenanya, lanjut Nawawi, ia mencampur beberapa jenis biji kopi. Untuk itu, ketika ia menggiling biji kopi, ia mencampur biji kopi Lamno dengan biji kopi dari Geumpang Pidie tanpa menghilangkan aroma asli kopi masing-masing.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Nawawi : “ </strong><em>Biji kopi yang kopi utama dari lamno kemudian kita campur sedikit dengan kopi geumpang kopi daerah timur, lebih banyak kita pakai kopi lamno kalau langsung saya pakai semua kopi lamno hanya dapat terpakai dalam delapan bulan pemakaian dalam satu tahun itu delapan bulan jadi  empat bulan lagi gak ada kopinya jadi terpaksa kami campur 25 persen kopi lain 75 persen kopi lamno, berarti kalau kita giling 40 kilo pakai kopi geumpang 10 kilo kopi lamno 30 kilo”.</em><strong> </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Kedai kopi Aceh yang juga ramai dikunjungi peminum dan penikmat kopi adalah Chek Yuke, di kawasan Jl. Diponegoro, di jantung kota Banda Aceh. Iskandar, pemiliki kedai itu, yang biasa dipanggil Chek mengatakan untuk mendapatkan kopi yang nikmat bubuk kopinya harus berkualitas baik. Selain itu, dalam penyajiannya juga harus memakai perasaan dan memperhatikan selera pengunjung.</p>
<p><strong>Chek : “ </strong><em>Memang harus menyatu cara buatnya, menyatu dengan jiwa kita cara mengolah kopinya, dia tergantung selera orang kadang-kadang orang suka kopi kental ada yang suka kopi encer, disitulah kita harus bisa menjaga selera orang”</em><strong> </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Selain pemilihan biji kopi yang baik, proses penggilingan biji menjadi bubuk kopi juga harus dilakukan dengan sempurna. Ilham, selain bekerja di kedai kopi Solong ulee kareng tugas sehari-harinya juga menggiling kopi untuk kebutuhan kedai kopi itu. Dalam menggililng kopi, Ilham sangat memperhatikan kualitas bubuk kopi yang dihasilkan.</p>
<p><strong>Ilham : “ </strong><em>Prosesnya yang pertama itu bijinya dibersihin, sesudah itu dikasi masuk molen sekali main dia 40 kilo 50 kilo sesudah itu dipengapian lebih kurang kita mutu yang terbaik 4 jam, 80 persen masak baru kita masuk gula sama mentega, itu langsung kemari digiling jadi halus jadi halus dibungkus jadi packing masukin kedalam siap dijual”</em><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berkumpul dan minum kopi di kedai memang sudah menjadi kebiasaan orang Aceh sejak dulu. Orang Aceh berkumpul di kedai kopi, lebih kepada untuk mempererat rasa persaudaraan. Nawawi, pemilik kedai Solong Ulee Kareng, melihat kebiasaan orang Aceh minum kopi ini sejak kecil. Menurutnya, dulu untuk mendapatkan secangkir kopi selain membayar dengan uang juga dilakukan barter atau menukar barang langsung seperti hasil kebun dan lain-lain.</p>
<p><strong>Nawawi :</strong> “<em>Sebelum kepasar orang aceh harus minum kopi, dari kecil saya malah waktu kecil saya sistemnya barter, jadi orang kampung minum habis itu datang kekota menjual hasil rempahnya pergi kekota menjualkan pisang menjualkan buah-buahan ada jambu, macam-macam pulang bayar, pulang sore bayar. Itu masih umur saya sepuluh tahun begitu orang minum dikampug. Seperti barter, kadang-kadang bawa pisang taruh pisang minum potong harga berapa “</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Aroma kopi Aceh akan semakin menjelajah dunia ketika kopi ini telah menjadi salah satu menu dalam kedai kopi internasional, <em>Starbucks Coffee. </em>Seteguk demi seteguk kopi Aceh pun akan sampai ke lidah orang-orang dari mancanegara. Kenikmatan tiada taranya ketika menghirup kopi Aceh pun akan semakin bisa dinikmati warga dunia lainnya. Singkat kata, sekali mencoba kopi Aceh, dijamin pasti jatuh hati. Besok atau lusa nanti mesti kembali untuk merasakan kenikmatan aromanya lagi.</p>
<p>Original post from : http://dedeabdya.wordpress.com/2007/01/31/fenomena-kopi-aceh/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabani.com/2009/12/10/fenomena-kopi-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DJ ICE Coffee Review: Rises On Tight Supply Forecasts</title>
		<link>http://blog.sabani.com/2009/12/04/dj-ice-coffee-review-rises-on-tight-supply-forecasts/</link>
		<comments>http://blog.sabani.com/2009/12/04/dj-ice-coffee-review-rises-on-tight-supply-forecasts/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 04:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coffee Review]]></category>
		<category><![CDATA[arabica]]></category>
		<category><![CDATA[coffee]]></category>
		<category><![CDATA[futures]]></category>
		<category><![CDATA[harvest]]></category>
		<category><![CDATA[london]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[new york]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[trading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sabani.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[ICE Futures U.S. arabica coffee rose Thursday as fund buying keyed on momentum tied to bullish supply outlooks. Most-active March coffee settled up 95 points at $1.4465 a pound and the nearby December contract also settled 95 points higher at $1.4415. Coffee futures have risen nearly 9% since mid-October on mounting ideas of tightening world [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ICE Futures U.S. arabica coffee rose Thursday as fund buying keyed on momentum tied to bullish supply outlooks.</p>
<p>Most-active March coffee settled up 95 points at $1.4465 a pound and the nearby December contract also settled 95 points higher at $1.4415.</p>
<p>Coffee futures have risen nearly 9% since mid-October on mounting ideas of tightening world supplies. Bullish undertones sprout from projections for a lower crop from Colombia, poor quality available from Brazil and a late harvest in Central America, analysts said. Brazil is the leading world coffee producer and Colombia is No. 3 behind Vietnam.</p>
<p>&#8220;We do have tight supplies, but [the market] is dependent on fund buying to keep things moving,&#8221; said Sterling Smith, market analyst at Country Hedging in St. Paul, Minn.</p>
<p>Although there are some producer sales at recent highs, &#8220;the fund buying is overpowering the [effect of] selling,&#8221; said a Tampa-based coffee broker/analyst.</p>
<p>Speculative funds, which have no use for the underlying commodity, are looking at outside economic indicators, such as the U.S. dollar and economic data, for trading cues.</p>
<p>Fund traders will be looking at Friday&#8217;s release of November U.S. employment data, the broker/analyst said. The data is due at 8:30 a.m. EST. March futures could slide back to the $1.41 level if end-of-the-week profit taking comes into play Friday, Smith said.</p>
<p>&#8220;It would not surprise me to see the some money being taken off of the table ahead of the weekend,&#8221; Smith said.</p>
<p>Liffe March robusta coffee futures settled up $10 at $1,383 a ton.</p>
<p>ICE coffee warehouse stocks increased by 4,961 60-kilogram bags Thursday to total 3.183 million bags, according to exchange data.</p>
<p>ICE coffee open interest increased by 1,761 lots Wednesday to total 113,950 lots, according to exchange data.</p>
<p>Volume was estimated at 13,298 lots, according to exchange data. In options, approximately 5,376 calls and 1,503 put options traded.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td>ICE</td>
<td>Change</td>
<td>Range</td>
</tr>
<tr>
<td>Dec</td>
<td>$1.4415</td>
<td>+95 pts</td>
<td>$1.4365-$1.4480</td>
</tr>
<tr>
<td>Mar</td>
<td>$1.4465</td>
<td>+95 pts</td>
<td>$1.4335-$1.4535</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>By Holly Henschen, Dow Jones Newswires; 212-416-2138;<br />
<a href="mailto:holly.henschen@dowjones.com">holly.henschen@dowjones.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sabani.com/2009/12/04/dj-ice-coffee-review-rises-on-tight-supply-forecasts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

